Hipertensi merupakan kelainan kardiovaskular yang masih banyak dijumpai dalam masyarakat. Prevalensi hipertensi dalam masyarakat Indonesia cukup tinggi meskipun tidak setinggi di negra- negara yang sudah maju yaitu sekitar 10%. Penanganan penderita hipertensi di Indonesia masih belum baik dan drop out terapi masih cukup tinggi, sehingga tidak mengherankan bila komplikasi hipertensi masih sering dijumpai dalam prakter sehari-hari1.
Hipertensi oleh The Sixth Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (1997) di definisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mgHg atau lebih atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih atau sedang dalam pengobatan hipertensi2.
Patogenesis Hipertensi
Tekanan darah dipengaruhi oleh curah jantung dan tahanan perifer. Berbagai factor yang mempengaruhi curah jantung dan tahanan perifer akan mempengaruhi tekanan darah.
Tekanan darah membutuhkan aliran darah melalui pembuluh darah yang ditentukanoleh kekuatan pompa jantung (cardiac output) dan tahanan perifer (peripheral resistance).
Sedangkan cardiac output dan tahanan perifer dipengaruhi oleh factor-faktor yang saling berinteraksi (asupan natrium, stress, obesitas, genetic dan lian-lain). Hipertensi terjadi jika terdapat abnormalitas faktor-faktor tersebut3.
Komplikasi Serebrovaskular
Hipertensi yang tidak diobati dengan baik akhirnya menyebabkan komplikasi pada targer organ yaitu jantung, mata, ginjal dan otak (serebrovaskular).
Komplikasi hipertensi pada otak dapat bersifat akut atau kronik. Koplikasi hipertensi pada otak yang sifatnya akut biasanya karena kenaikan tekanan darah yang cepat dan mendadak seperti pada ensefalopati hipertensi. Sedangkan komplikasi yang bersifat kronik berupa kelainan-kelainan pembuluh darah otak berupa :
1. Nodular Atherosklerosis (atheroma)
2. Charcot-Bouchard aneurysm
3. Fibrinoid necrosis
1. Nodular Atherosklerosis (atheroma)
hipertensi merupakan salh satu factor risiko terpenting untuk terjadinya atheroma di pembuluh darah otak. Factor risiko lainnya adalah : diabetes mellitus, merokok, hiperkolesterolemia. Atheroma dapat menyebabkan komplikasi stroke nonhemoragik1.
2. Charcot-Bouchard aneurysm
Hipertensi dianggap sebagai satu-satunya factor utama untuk terjadinya aneurisma ini. Tekanan darh yang terus menerus tinggi dan sudah disertai komplikasi aneurisma Charcot-Bouchard dapat mengakibatkan komplikasi stroke hemoragik1.
3. Fibrinoid necrosis
Komplikasi lain hipertensi pada pembuluh darah otak adalah terjadinya fibrinoid necrosis; kelainan pembuluh darah ini akan bermanifestasi klinis sebagai hipertensi maligna1.
Berdasarkan perubahan pembuluh darah otak akibat hipertensi, maka komplikasi serebrovaskuler hipertensi dapat berupa :
1. Ensefalopati hipertensi.
2. Hipertensi maligna.
3. Stroke hemoragik.
4. Stroke non hemoragik.
Reference :
1. Imam Parsudi A. Penyakit pembuluh darah otak dan hipertensi. Dalam Imam Parsudi A. Kmpulan karya ilmiah. Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
2. National institutes of Health. The Sixth Report of the Joint National Committee on Prevention Detection, Evaluation dan Treatment of High Blood Pressure. NIH Publication, 1977.
3. Kapalan NM. Kaplan’s Clinical Hypertension. 8 th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2002. p. 137-168.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar